Kelas Tata Krama dan Peraturan Suci Buddha

Breaking

Post Top Ad

Your Ad Spot

Bab 2 - Pelatihan & Pengembangan Kader 2026

 Tata cara menyapa di Vihara:




👉 Pandita: 

(marga)  點傳師  好 / 早安 / 午安 / 晚安 
(marga) Diǎn Chuán Shī   hǎo / Zǎo ān / Wǔ ān / Wǎn ān 

Baca: (marga) Tien Chuan She Hao / Cao an / Wu an / Wan an sambil membungkukkan badan ± 90º 


Catatan:  Jika Pandita yang ingin disapa adalah Pandita sendiri, maka tidak perlu menggunakan “marga” dari Pandita tersebut.  

Cukup mengucapkan:   點傳師好.. (Diǎn Chuán Shī hǎo..) 


👉 Pembabar Dharma: 

(marga) 講師  好 / 早安 / 午安 / 晚安 
(marga) Jiǎng Shī hǎo / Zǎo ān / Wǔ ān / Wǎn ān 

Baca: .. (marga).. Ciang She Hao / Cao An / Wu An / Wan An 


👉 Pengurus Vihara: 

(marga) 壇主 好 / 早安 / 午安 / 晚安 
(marga) Tán Zhǔ hǎo / Zǎo ān / Wǔ ān / Wǎn ān 

Baca: … (marga) … Than Cu Hao / Cao An / Wu An / Wan An 


👉 Umat lain: 

(marga) 兄 / 姐..  好/ 早安 / 午安 / 晚安 
(marga) Xiōng / Jiě..   hǎo / Zǎo ān / Wǔ ān / Wǎn ān 
 
Jika kita tidak mengetahui “marga” dari umat tersebut kita bisa menyapa: 

前賢  好 / 早安 / 午安 / 晚安 
Qián Xián hǎo / Zǎo ān / Wǔ ān / Wǎn ān 

Baca: Chien Sien Hao / Cao An / Wu An / Wan An 
 

Jikalau umat yang akan kita sapa lebih dari 2 orang, maka kita dapat menyapa mereka dengan cara: 

各位 前賢 大家  好/ 早安 / 午安 / 晚安 
Gè wèi Qián Xián dà jiā hǎo / Zǎo ān / Wǔ ān / Wǎn ān 

Baca: Ke Wei Chien Shien Ta Cia Hao / Cao An / Wu An / Wan An 


Di dalam berkomunikasi dengan umat lain, alangkah baiknya jika kita tidak menggunakan kata “我 = Wo (Saya)” tetapi menggunakan kata  後學 (Hòu Xué) housie. 
👉 Hòu Xué  (後學): Saya yang masih dalam tahap belajar. 



👉 Mempersilahkan Pandita:

"Kong Ching Tien Chuan She Che Pei"
(Kung Ching = Mempersilahkan / mengundang dengan hormat)

Sedangkan mempersilahkan Pengurus Vihara (Than Cu) atau Penceramah (Ciang She)tidak perlu menggunakan kata: "Kung Ching..". Tetapi cukup dengan "Ching..." saja.



👉 "Terima Kasih" pada kewelas-asihan Pandita:

Sie sie Tien Chuan She Che Pei
(Terima kasih atas welas asih dari Pandita)

Ucapan: "Sie sie Che Pei" saja tanpa "Tien Chuan She" khusus hanya digunakan oleh Pandita Senior terhadap Pandita Junior atau antara sesama Pandita saja.


👉 Bila Pandita ucapkan Terima Kasih, balas dengan:
  • Kan Sie Thien En She Te, Sie Sie Tien Chuan She Che Pei
  • Sie Sie Tien Chuan She Che Pei, atau:
  • Tien Chuan She Che Pei.    saja.


TA MAO CIN 打毛巾
Tata Cara Memberikan Handuk


 1. Makna dari  打毛巾 (dǎ máo jīn): 

  • Sebagai petugas kita dapat belajar bagaimana melayani orang lain; sebab dengan melayani orang lain berarti kita memberikan “sesuatu” yang dapat membangkitkan suatu semangat, kebahagiaan dan juga kesan yang baik pada orang lain. 

  • Dengan membungkukkan badan dan menyapa orang lain, kita dapat belajar bagaimana merendahkan hati kita untuk menghormati dan menghargai keberadaan orang lain. 

  • Dengan membasuh tangan sebelum masuk ke Vihara, memberikan suatu makna kepada kita untuk membersihkan segala “kekotoran batin/hati” yang kita bawa dari luar, dan kemudian mempersiapkan “Batin/Hati” kita untuk menerima sesuatu yang baik yang ada di dalam Vihara (Dharma-Dharma Buddha). 

 





2. Persiapan tempat: 

  • Para petugas pemberi handuk umumnya terdiri atas 3 orang (atau tergantung situasi dan kondisi dari masing-masing Vihara). Dua orang bertugas memberikan handuk kepada umat yang baru datang dan satu orang lainnya bertugas mencuci handuk yang telah dipakai. 

  • Handuk-handuk yang telah dipakai langsung dicuci, dilipat dan diletakkan kembali ke sebuah keranjang yang telah disiapkan. Keranjang handuk ini diletakkan di samping petugas agar lebih mudah melayani umat. 

  • Sediakan satu baskom air bersih untuk mencuci handuk dan diletakkan di belakang petugas. Ingatlah untuk mengganti air yang ada di baskom jika sudah tampak keruh. 

Catatan: 

Air keruh yang ingin diganti tersebut janganlah langsung dibuang ke selokan, melainkan dapat digunakan untuk keperluan seperti menyiram tanaman, dan lain-lain. Perlulah selalu diingat untuk menghemat penggunaan air (terutama di Vihara). 

o Sediakan kain pel untuk membersihkan lantai jika ada air yang tumpah. Usahakan kain pel ini diletakkan di tempat yang tidak terlihat oleh pengunjung. 



3. Tata Cara Pelaksanaan: 

  • Pada saat melihat ada umat yang datang, segera mengambil handuk dari keranjang dan berdiri dengan sopan menyambut kedatangan mereka. 

  • Handuk dipegang kurang lebih sejajar di depan dada dan selalulah tersenyum agar memberi kesan ramah, baik dan penuh persaudaraan. 

  • Pada saat umat yang datang telah mendekat (± 3 meter atau tergantung jarak dari gerbang ke pintu masuk), para petugas segera menyapa sambil membungkukkan badan. Para petugas dapat menyapa umat yang datang dengan cara: 

(marga) 講師/壇主/兄/姐… 早安 / 午安 / 晚安 

(marga) Jiǎng Shī / Tán Zhǔ / Xiōng / Jiě …   Zǎo ān / Wǔ ān / Wǎn ān 


  • Pada saat umat sudah ± 1 meter di depan, petugas dengan sopan menyodorkan handuk kepadanya dengan cara memegang kedua ujung handuk sambil membungkukkan badan lalu menyapa dengan ramah: 

(marga) 講師/壇主/兄/姐… 請淨手

(marga) Jiǎng Shī / Tán Zhǔ / Xiōng / Jiě...  Qǐng jìng shǒu!  


  • Umat yang datang lalu menerima handuk tersebut sambil membungkukkan badan, membasuh tangannya lalu melipat kembali handuk tersebut dengan rapi dan menyerahkannya kembali kepada petugas sambil mengucapkan: 

          謝謝您! Xiè Xiè Nín..  (Terima kasih) 


  • Petugas Vihara menerimanya kembali sambil membungkukkan badan dan mengucapkan “Terima kasih” kemudian handuk tersebut diberikan kepada petugas yang bertugas mencuci handuk. Setelah dicuci lalu dilipat dan diletakkan kembali ke keranjang. 

 

💬 Khusus untuk Pandita yang akan datang ke Vihara, sediakanlah handuk khusus Pandita. Dan petugas yang melayani Pandita ketika tiba di Vihara adalah petugas Cie Tai atau umat yang lebih senior dalam pembinaan diri. Petugas ini harus sudah siap di pintu masuk untuk menyambut kedatangan Pandita (beserta rombongan). Pandita pria dilayani oleh petugas pria dan Pandita wanita dilayani oleh petugas wanita. 


Catatan:

Seiring berkembangnya jaman, tata cara memberikan handuk ini juga biasa digantikan dengan penggunaan tissue basah (Baby tissue). 


Tapi penggunaan tissue basah ini sebaiknya dilakukan hanya pada saat-saat acara besar seperti: Fa Hui (Kelas Penataran Dharma) dimana umat yang datang sangat banyak sehingga petugas Ta Mao Cin dapat kewalahan melayani umat jika menggunakan handuk. Pembatasan penggunaan tissue dikarenakan mengingat penggunaan tissue secara berlebihan dapat merusak lingkungan!  


Hal-Hal yang perlu diperhatikan:

Menyediakan tissue secukupnya saja dulu, jika kurang baru ditambah lagi. Mengingat sifat dari tissue ini yang cepat mengering jika terkena udara. 

Ketika melipat tissue, jangan terlalu kecil atau rapat. Karena selain bentuknya yang kurang baik dilihat, umat yang menerima tissue akan kerepotan membuka lipatan tissue tersebut. 




Lampu Pelita Buddha


1. Pengenalan 
  • Pelita Tengah / Pelita Ibunda Suci (Mu Teng), mewakili Alam Abadi (Wu Ci). Persembahan teh di kedua sisi Pelita Tengah: Atas Jernih, Bawah keruh ~ menandakan Langit dan Bumi.

  • Dua Pelita Kanan - Kiri (Liang Yi Teng), merupakan:
    1. Simbol Alam Hawa (Thai Ci).
    2. Mengandung unsur Ying dan Yang.
    3. Menandakan Matahari dan Bulan.
    4. Mewakili Firman Bapak Guru Agung dan Ibu Guru Suci.

  • Pada saat kita akan mengadakan upacara Puja Bakti atau kelas, lampu pelita Buddha dinyalakan dengan tujuan untuk mengundang para Buddha hadir di Vihara.




2. Persiapan
  • Sebelum lampu pelita dinyalakan, minimal 15 menit sebelumnya kita sudah harus memeriksa kecukupan minyak pada lampu pelita. Jika sudah mulai berkurang, segera ditambahkan.

  • Periksa sumbu dari lampu pelita tersebut. Atur supaya api dari lampu pelita dapat menyala dengan sempurna. Apabila sumbu pelita sudah pendek, maka harus diganti.

  • Bersihkan dengan tissue atau kain khusus jika kita melihat adanya noda minyak yang menetes atau menempel pada lampu pelita.

  • Periksa kembali apakah dupa yang dipakai untuk menyalakan lampu pelita masih layak dipakai atau tidak. 

3. Tata Cara Menyambut Kehadiran Buddha

Berikut adalah tata cara Menyambut Kehadiran Buddha (恭 迎 佛 駕). Dahulu disebut sebagai Menyalakan Pelita Buddha. Silahkan ditonton video tata cara menyambut kehadiran Buddha dibawah ini:




  • Petugas lampu pelita maju ke depan meja Altar dan berdiri tepat di samping lampu pelita sebelah kanan dari umat. Berdiri dengan tegak menghadap ke umat lalu memberikan komando (dengan suara lantang) kepada seluruh umat untuk segera berdiri dan berbaris dengan tertib dan rapi.

  • Komando yang diberikan adalah: 
    恭 迎 佛 駕 
    gōng yíng fó  jià
    Kong Ing Fuo Ciak
  • Setelah umat telah berdiri dengan rapi dan tertib, petugas lalu memberikan hormat (作揖 Zuò yī .. 鞠躬 jū gōng) mengarah ke lampu pelita di bagian tengah. 

  • Petugas mengambil dupa khusus untuk pelita lalu menyalakannya. 

  • Ketika akan menyalakan masing-masing lampu pelita, petugas haruslah berdiri dengan baik terlebih dahulu. 

  • Dengan menggunakan tangan kiri, petugas lalu menyalakan lampu pelita dengan menggunakan dupa tersebut. Tidak perlu ci mei chi ataupun ci kong saat akan menyalakan setiap sumbu pelita.

  • Lampu pelita bagian tengah (1) dinyalakan terlebih dahulu, kemudian lampu pelita di sebelah kanan umat (2) dan terakhir lampu pelita di sebelah kiri (3) dari umat yang berdiri menghadap ke meja Altar. 

  • Saat melewati depan meja altar, badan dibungkukkan sebagai tanda hormat.

  • Setelah menyalakan ketiga lampu pelita, petugas kembali memberikan hormat (作揖 Zuò yī .. 鞠躬 jū gōng) sambil memberikan aba-aba:  
    一 鞠 躬 
    yì jū gōng
    Ik Ci Kong
  • dan seluruh umat memberikan hormat dengan cara membungkukkan badan sekali ke arah lampu pelita. 

Catatan:

Untuk Vihara besar yang memiliki 3 Altar, maka setelah menyalakan lampu pelita dari Altar yang di tengah (Altar Buddha Maitreya), selanjutnya adalah menyalakan lampu pelita dari Altar Buddha Ci Kung dan kemudian dilanjutkan dengan Altar dari Bodhisattva Yue Hui. Untuk masing-masing Altar Buddha Ci Kung dan Altar Bodhisattva Yue Hui, nyalakan lampu pelita yang sebelah kanan terlebih dahulu lalu kemudian lampu pelita yang sebelah kiri.  

Berikut adalah video tata cara menyambut kedatangan Buddha (menyalakan pelita Buddha) di Vihara besar yang memiliki 3 Altar:




4. Tata Cara Mengantar Kepergian Buddha

Berikut adalah tata cara mengantar kepergian Buddha (恭 送 佛 駕). Dahulu disebut sebagai Memadamkan Pelita Buddha. Silahkan ditonton video tata cara mengantar kepergian Buddha:




  • Petugas lampu pelita maju ke depan meja Altar dan berdiri tepat di samping lampu pelita sebelah kanan dari umat. Berdiri dengan tegak menghadap ke umat lalu memberikan komando (dengan suara lantang) kepada seluruh umat untuk segera berdiri dan berbaris dengan tertib dan rapi. 

  • Komando yang diberikan adalah: 
    恭 送 佛 駕 
    gōng sòng fó jià
    Kong Song Fuo Ciak

  • Setelah umat telah berdiri dengan rapi dan tertib, petugas lalu memberikan hormat (作揖 Zuò yī .. 鞠躬 jū gōng) mengarah ke lampu pelita di bagian tengah. 

  • Petugas mengambil alat untuk memadamkan lampu pelita. 

  • Ketika akan memadamkan masing-masing lampu pelita, petugas haruslah berdiri dengan baik terlebih dahulu. 

  • Dengan menggunakan tangan kiri, petugas memadamkan lampu pelita bagian kiri (3) terlebih dahulu, kemudian di bagian kanan (2) dan yang terakhir lampu pelita di bagian tengah (1).

  • Setelah memadamkan ketiga lampu pelita, petugas lalu memberi hormat ( 作揖 Zuò yī .. 鞠躬 jū gōng) sambil memberikan aba-aba:
一鞠躬 (Yì jū gōng) 
  • dan seluruh umat memberikan hormat dengan cara membungkukkan badan sekali ke arah lampu pelita 


Catatan: 

  • Untuk Vihara besar yang memiliki 3 Altar, maka cara memadamkan lampu pelita dimulai dari Altar Bodhisattva Yue Hui, kemudian memadamkan lampu pelita di Altar Buddha Ci Kung, dan terakhir lampu pelita di Altar Buddha Maitreya. 

  • Untuk masing-masing Altar Bodhisattva Yue Hui dan Altar Buddha Ci Kung, padamkan terlebih dahulu lampu pelita sebelah kiri kemudian lampu pelita sebelah kanan.

  • Untuk Altar Buddha Maitreya, padamkan dari lampu pelita sebelah kiri terlebih dahulu, kemudian lampu pelita sebelah kanan dan terakhir lampu pelita bagian tengah (Mu Teng).  

Hal-hal yang perlu diperhatikan: 

  • Jika ada umat yang ingin mengulang 3 Mustika, maka wajib menyalakan ketiga Lampu Pelita Suci terlebih dahulu. Setelah diajarkan barulah Lampu Pelita Suci dipadamkan kembali. 

  • Pada saat menyalakan ataupun memadamkan lampu pelita, tidak perlu menundukkan kepala 鞠躬 (jū gōng) ataupun memberi hormat dengan cara mengangkat dupa sebatas alis (舉眉齊 jǔ méi qí). 

  • Pada saat berjalan melewati depan meja Altar, petugas lampu pelita harus menundukkan badannya (±45º) sebagai tanda hormat terhadap Tuhan YME dan para Buddha. 

  • Lampu pelita dipadamkan setelah semua penghormatan selesai dilakukan: 
    (1) Xiè ēn (ungkapan syukur dan terima kasih)
    (2) Cí jià (baca: che cia) atau salam pamitan
    (3) Sòng Lǎo Mǔ jià, jika ada upacara Ching Than (Mengundang Altar).

  • Penghormatan “Terima kasih / syukur (Xie En)” dilakukan dengan cara membungkukkan badan (ci’ kong) sebanyak 3 kali setelah mendengar aba aba: Da Zhong Xiang Lǎo Mǔ Xie En, Sān jū gōng! 

  • Jika ada upacara pengundangan Altar (Ching Than), maka sebelum lampu pelita dipadamkan terlebih dahulu dilakukan puja bakti “Song Lao Mu Cia” 
 
作揖, 跪 … 送佛駕  
zuò yi,   guì … sòng fó jià 
CuoYi, Kuei ... Shong Fo Cia

明明上帝      十叩首 
míng míng shàng dì -  shí kòu shǒu
Ming Ming Shang Ti  - She Khou Shou

諸天神聖       五叩首
zhū tiān shén shèng - wǔ kòu shǒu
Cu Thien Shen Sheng - Wu Khou Shou


起.. 作揖,  送駕 禮畢 放手 鞠躬 退.. 
qǐ… zuò yi,  sòng jià lǐ bì fàng shǒu jū gōng tuì.. 
Chi.. Cuo Yi, Shong Cia Li Bik Fang Shou Jii Kong Thuei..

Menu